Postingan

Ada Yang

Ada Yang Aku berjalan di bawah terik, saat semua senyum menyatu dalam pelik. Di sana, saat matahari menggantung di langit. Semua orang sibuk beradu sengit. Peduli?, Itu hanya kata yang membelit. Terucap di mulut, namun sebenarnya tak pernah ada. Orang-orang berlalu lalang, tenggelam dalam dunianya. Ada yang mencari dirinya sendiri, ada yang lari bersembunyi, Ada yang menengadah congkak dengan segala puja-puji, Ada yang berebut mencari eksistensi, ada yang diam ditundukkan dunia, Ada yang mati dalam tekanan, ada yang gelisah dalam penyesalan, dan Ada yang hidup dalam kepura-puraan. Orang-orang seakan berkumpul, mewakili setiap keresahan. Apa yang mereka pertaruhkan hari ini?, Mati untuk hidup atau hidup untuk mati?, Lantas mengapa mereka tak pernah pandai bersyukur?. Jika hidup adalah tentang mencari bahagia, Tak cukupkah dengan menghargai diri sendiri?. Berterima kasih pada diri sendiri yang telah setia Walau lelah selalu datang me...

Cukup

Gambar
Apalah arti matahari. Jika kepergianku dibalik terbitnya adalah sinar Yang akan menuntun. Dan hangatnya yang menghidupkan Lalu apalah arti matahari. Jika kepulanganku dibalik terbenamnya Bukan lagi aku yang kau sambut, Dan Bukan lagi namaku yang kau sebut. Kemudian Malam semakin gelap, Dingin semakin menyelimuti, Riuh mulai terdiam, Namun harapku tak berhenti mengitari. Kata yang kutulis tak lagi sama dengan yang ada dipikiranku, kata demi kata terangkai hanya membuktikan bahwa kita ada, dan tak pernah membuktikan bahwa kita pernah bersama. Cukup, Aku berhenti malam ini. Kau telah menemukan rumah barumu, Dan aku harus bahagia. -Nazri, Tsaahh

Menjadi Angin

Gambar
Terbangun dari tidur panjang, Sejenak terduduk, Memperhatikan sekeliling. Menatap wajah-wajah yang aku lupakan Yang selama ini mengingatkan. Dari balik kendaraan yang melintas, Seorang anak dengan lengking tawanya, Berlari dengan bangganya tanpa pernah Merasakan lelah, mengingat mereka hanya memikirkan bermain. Seketika, angin berhembus Dari arah yang berbeda, tak sengaja Menggelapkan pandangan Dari apa yang selama ini aku maknai sebagai Sisa keindahan. "Dasar angin", kataku sambil mengusap mata. Aku terdiam, lalu teringat pada Apa yang dulu aku impikan. Menjadi angin. Entah mengapa aku hanya ingin Menjadi angin. Aku ingin menjadi seperti angin, yang kelak akan selalu datang pada malammu yang dingin. Aku ingin menjadi angin, yang tak tahu arah namun selalu tepat, pulang pada pelukan yang hangat. Aku rela menjadi angin, yang tak kau sadari namun tak tahu aku yang selalu ada. Dan aku hanya rela menjadi angin, yang kau hirup untuk bahagiamu, tanpa p...

#1 - PULANG

Di suatu sore, seperti biasanya setelah penat dikumpulkan, aku pulang saat langkah kaki tak lagi memiliki tujuan, dan rumah tak pernah lagi kutemukan, aku melewati jalan yang biasa kita lalui. yah kita, sebab dahulu kita terlalu mengagungkan kata itu. "Di mana dirimu?", tanyaku lirih. Ternyata jalan tak pernah sepi dan aku masih terus mencari dirimu. Pada setiap alunan tawa, setiap irama kaki, setiap lekuk senyum, dan setiap wajah letih di sudut-sudut kota, dan di sela-sela riuh ramainya orang-orang. Namun pulang, tak pernah lagi kutemui. Dirimu adalah rumah kedua bagiku. Tempatku menetap, tempatku merebahkan lelah, berkeluh kesah tanpa harus menyimpan resah. Jika tak lagi kutemukan rumah pertamaku. lalu, pada apa lagi aku harus mengatakan pulang jika bukan pada dirimu?. Aku masih mencari dirimu. Izinkan saya pulang. Nazri, Pulang.

Belajar Memaknai

Gambar
Muhammad Nazri Jalil Apa itu waktu? Apakah sesuatu yang menunjukkan detik, hari, atau bahkan tahun?. Jadi apakah waktu itu?, apakah sesuatu yang kau sebut waktu itu sama dengan dengan waktu yang ada dipikiranku?, ataukah waktu adalah yang ada di jam tanganmu, jam dindingmu, atau yang ada di gawaimu?. Menarik untuk diperhatikan. Ada banyak pengertian mengenai waktu, sesuatu yang ada dalam ruang yang terus bergerak. Apa yang sebenarnya penting dari waktu?. Waktu merupakan sesuatu yang terus menerus bergerak tanpa ada batasnya, yang telah mengikat kita. Bagai mata pisau yang akan membelah dua, yang pertama apakah digunakan dengan sebaik-baiknya atau kedua digunakan sebaliknya. Hal terpenting dari waktu adalah bagaimana waktu digunakan sebaik mungkin, apakah dapat di maknai atau diterima dengan sebaik mungkin atau tidak. Banyak hal yang telah terjadi seiring berjalannya waktu, yang terpenting adalah bagaimana memaknai setiap kejadian yang ada. Ada banyak pelajaran yang ...

Pergi dan Pulang

         Pergi adalah kata dengan sejuta alasan kita meninggalkan sesuatu. Pergi untuk mencari sesuatu yang baru, pergi untuk menjadi yang lebih baik, pergi untuk sebuah petualangan dan pergi untuk berbagai hal yang menjadikan kita besar. Tapi tidak selamanya yang pergi akan tetap pergi. Pulang juga adalah kata dengan sejuta alasan kita kembali ke alasan mengapa kita pergi. Pulang tak selamanya dengan alasan kembali ke rumah, tetapi pulang bisa juga karena alasan rindu pelukan orang tua, masakan ibu, teriakan bangun di pagi hari, dan suara lembut nasehat orang tua. Pergi bukan berarti melupakan untuk pulang, tetapi pergi seharusnya menjadi alasan untuk pulang. Jadi kapan anda pulang? Nazri, 2018

Siapa Anda?

        "Gnothi Seauthon" sebuah kalimat yang sangat terkenal bagi seorang filsuf yunani kuno, diajarkan oleh Socrates yang memiliki makna "kenali dirimu sendiri". Konon kabarnya tulisan ini terpampang jelas di pintu masuk kota Yunani. Kalimat ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi seseorang yang sedang melakukan perubahan besar bagi dirinya. Seseorang yang akan merubah dirinya merupakan sebuah proses, proses ini akan berjalan dengan baik jika orang tersebut dapat mengenali dirinya dengan baik. Proses mengenali diri sendiri merupakan proses kehidupan yang akan membuat seseorang akan menambah kapasitasnya menjadi manusia yang seutuhnya. Jadi, Siapakah anda?. -Nazri, 2018